Sejarah KnockDownHouse

Berawal dari Sangsungging, nama samaran dari seorang ahli bangunan yang berasal dari Jepara, Jawa Tengah. Datang ke Palembang untuk membangun sebuah bangunan, setelah bangunan selesai ternyata nasib baik tidak berpihak ketangannya, pemilik bangunan tidak menginginkan ada kembaran dari bangunan yang di buat sehingga menginginkan agar Sangsungging di bunuh.

Sangsungging kemudian melarikan diri dan akhirnya sampai ke desa Tanjung Batu Seberang. Di sana beliau berkeluarga dan mengembangkan bakat seninya di bidang pertukangan. Turun temurun darah seni ini mengalir dan keturunan serta penduduk lokal memiliki kemampuan bertukang dan akhirnya memilih profesi untuk membangun rumah bongkar pasang atau yang dikenal dengan knockdownhouse .

Hingga sekarang profesi tukang masih kental di desa Tanjung Batu Seberang dan karenanya kadang ada undangan dari wilayah lain di Sumatera Selatan untuk membangun rumah atau gazebo. Seringkali volume kerja yang dilakukan memaksa para tukang untuk tidak pulang ke desa mereka hingga jarang pulang kampung, malahan bisa sampai 2 kali dalam setahun pulang kampung

Advertisements